Awan

            :Uni

Kau mungkin akan pergi, menanggalkan hari

menyapu pagi. Dan itu pasti

 

bersama petir getir

kau sisakan langit sempit

kau ciptakan hujan tanpa awan.

Mendung dikandung rahim horizon

 

Aku sediakan kolam penuh masa silam

Meski hanya bisa melihat,

hendakkah kau lahir serupa air

menuju bambu, batu, dan kalbu

yang lama tak tersentuh basah

2 Komentar

Filed under Ceritaisme

2 responses to “Awan

  1. Reblogged this on sefniyenti and commented:
    Kesekian kalinya, saya menyesal (baru) kenal ijonk (sekarang)
    Sekian.

  2. Saya menyesal (baru) kenal Ijonk (searang). Itu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s