Awan

 

Sebelum kau hilang selamanya, menghilanglah kau dulu

di garis malam yang sepi, kau menepi. Hilang kemana

dan menjelang ditempat yang kusebut entah.

Memang hidup adalah memberi dan berbagi

Haruskah berpikir soal diri sendiri

Adakala suatu hari

Hujan tanpa awan

Tanpa berpikir

Haruskah hujan itu awan

Awan, bukan tak ada sanggup melihatmu

Tapi pun dibalikmu, 

tak banyak mampu menuju

1 Komentar

Filed under Ceritaisme

One response to “Awan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s