Merdeka!

     Sudahkah tersadari, bahwa bumi Indonesia memasuki usia yang rentan. Usia yang bila bercokol pada manusia hanya tinggal menapak sisa tanah menuju perkuburan saja. 66 tahun jalan Indonesia melahirkan generasi-generasinya. Sebuah lapisan yang tak lagi terhitung, saat mengharap lahir generasi pembaharu lalu berubah menjadi generasi pembau. Lalu, kita berharap lagi, lagi, dan seterusnya sampai kini ada pemuda yang kembali meneriakkan bahwa Indonesia perlu pemimpin muda.

Tentu semua ini membuat cemas dan tubuh lemas. Menghadapi masa depan yang gairahnya sedang puncak, tapi hilang hakikat kemanusiaannya dalam bermasyarakat. Apalah pula itu label mahasiswa bila hanya mampu bercerita sulitnya rumus ideologi mata kuliah. Tapi, tak menemu jati diri dari ilmu yang dipelajari. Dan tentu yang paling getir saat ini, kemana mahasiswa yang dicari itu. Dimana mahasiswa di negara merdeka ini. Hanyakah sekadar butir pasir yang mengisi gelas kosong, yang dapat dibolak-balikkan dan dipermainkan. Pemuda wa bil khusus mahasiswa adalah pengisi meriam dengan mesiu yang siap meledak.

Aku  sudah  arungi hutan belukar dan menyelami lautan papua. Tapi, tak juga menemukan kemerdekaan, hanya ada kebebasan semu. Olah pikir kita, bahkan sampai buang hajat, kebebasan kita telah terampas. Sekarang ini jadilah kita angkatan mengabdi untuk mengisi kemerdekaan. Totalitas dalam mengabdi dengan ide-ide, religiusitas, poltik, dan tindak tanduk kita. Angkatan kita angkatan penuh harapan. Buang jauh hope for nothing¸apalagi pesismistis.

Kita memang bukan pemuda-pemuda yang penuh berisikan` Soekarno, yang membara dan penuh revolusi. Bukan pula diisi oleh Syahrir yang cerdas dan tajam. Apalagi Marx yang membawa pada mimpi penghancuran kelas. Angkatan kita bukan angkatan Soekarno, Tan Malaka dan Syahrir. Angkatan kita adalah angkatan mengabdi menjadi sebuah pemuda. Angkatan yang terus menerus mencari sampai jadi. Mengabdi sampai mati dan dimulai hati nurani.

Angkatan sekarang ini adalah angkatan Ratu Adil, yang diharapkan mampu memperjuangkan rakyat. Angkatan untuk menghancurkan sebuah masa penuh kekacauan, korupsi, penjajahan asing, dan lupa pada sejarah. Dan aku masih belum mampu berkata bila jumpa Soekarno ataupun people father kita. Sudah kita isi apa Indonesia selepas merdeka 45?

Kita pun memang bukan nasionalis, bukan agamawan, bukan sosialis, bukan pula liberalis. Kita bukan Islam seutuhnya, bukan pula Hindhu, Budha, Kristen. Kita tak jadi humanis ataulah invidualis. Tapi, tentulah kita semua itu yang saling menyatu sama lain, komunal terinternalisasi. Dan kita adalah Indonesianis yang wajib mengisi kemerdekaan dengan segala yang kita miliki sampai titik proses sejadinya  paling tinggi. Tentu kita tak ingin menjadi penghuni negara yang menyampah. Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan di luar Indonesia, yang kedua adalah mati muda sebagai pemuda Indonesia, ternista hanyalah menjadi manusia tua mengikuti tuanya usia negara ini tanpa dedikasi. Tentu itu yang kita rasakan sebagai warga negara. Dan bahagialah kita yang masih muda telah mengabdi dan memberi pada pada negeri. Bilapun kita mati muda, sudah mengabdi dan tak ingin membiarkan kita menuju usia tua yang lupa pada sejarah bangsa.

Bahwa bebas, adalah merdeka sejak dari dalam rahim. Menentukan arah hidup dan mneghirup udara tanpa beban utang apalagi tekanan. Merdeka, sudah lama terjadi pada tahun 1945 dulu. Tapi, kemandirian seakan sulit dijangkau. Negara ini bukanlah tanah tanpa ujung. Kita akan temukan jawaban. Dengan mengabdi dan memberi. Karena kita adalah angkatan mengabdi. Untuk negeri. Untuk Bumi Indonesia!!!

1 Komentar

Filed under Ceritaisme

One response to “Merdeka!

  1. anonim

    generasi kita memang perubah. tetapi, seberapa banyak yang mau merubah, seberapa banyak yang musti diubah?
    godaan dunia banyak, pasti ada saja yang menyingkir dari jalur perjuangan.
    Tuhan menguatkan hati, smemoga kita tidak termasuk yang tersingkir, ataupun menyingkir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s