Tarian Hujan

Akulah rintik-rintik bulir dari Tuhan yang jatuh ditiap datangnya keinginan
Bermadah tangan-tangan harapan dan doa-doa penyamun di cengkeraman.
Semangat tentara Rama dan tombak menghunus horison tempatku
bernyanyi

Aku itu hujan. Yang menari. Ditiap goresan halilintar berlatar langit.
Berwajah sendu dan arsiran kelam.

Kekeringan yang memecah dari tanah hingga wajah kecil disana
adalah kerinduanku untuk mengusapnya. Bersama dedaunan-sesawi
yang pun tumbuh baru saja di ladang. Atau semut merah menuju rumahnya

Gerakan kakiku bermula dari galaksi bima ini.
Lambaian tanganku adalah usapan perlahan
dalam condongnya dahan kelapa.
Disetiap putaran yang mirip pusaran.
Memberi kenang bahwa masa lalu tak jauh beda
dengan masa depan.
Dan hujan datang menari diiringi gerimis lambai.

Tak jua ku berpilah dalam hentakan.
Seakan ujung jari kaki hujanku
Ingin menginjak ditiap bidang
baik ladang yang gersang atau kota yang basah
semua adalah karena rinduku dan paksamu
Sejak datangnya minuman langit tak menentu
Dan pasang terik yang tak lagi disiplin
Aku hanya ingin terus menari bersama teman-temanku
Mengitari semesta hijau yang tak lagi seperti dulu.

Gerakan tubuhku, adalah paduan sepasang kekasih.
Yang saling menunggu ditiap datangnya diriku.
Memberi memori dihari tiap datangnya rindui
Kadang kuberbaik hati pada manusia dalam Tariku
Kuberikan mereka cinta yang lama.
Atau kumekarkan bunga seroja yang lama bertunas dihatinya.
Dan tak jarang kusapu kenangan lama di matanya
Berupa linangan air dari rahimku.

Tawaku adalah canda di pematang sawah
Air mata gadis di saung. Yang datang dari gelisahnya
kota
segala rupa ditiap ujung rundukan padi
dan menyatunya air hujan di aliran darah sepasang kekasih
adalah tarianku. Yang menyapa dari putaran dunia.
Bunga bermekar dan bayi lapar
Desa basah dan kota dengan bah.

Tarian hujan, dalam tiap sapuan
dan pusaran
adalah
rahmat yang kembar dalam siam ditiap
datangnya.

1 Komentar

Filed under Ceritaisme

One response to “Tarian Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s