Mengembangkan Ekonomi Kreatif

     Era perekonomian terus berevolusi hingga mencapai kesempurnaan stabilitas dunia. Dimulai sejak perekonomian yang berpijak pada sector pertanian sebagai sumber pangan hingga akhirnya era informasi. Era informasi serta globalisasi dunia memungkinkan persaingan manusia pada titik yang tak terbatas.

Ditengah persaingan global dan menjangkitnya krisis perekonomian, negara-negara di dunia terus berlomba untuk merapkan perekonomian yang mumpuni. Salah satunya adalah ekonomi kreatif. Saat ini ekonomi kreatif telah diyakini berbagai negara di dunia dapat memberikan kontribusi perekonomian bangsa secara signifikan. Melihat hal itu, bangsa Indonesia telah menetapkan adanya pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2025. Hal ini wajar mengingat bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan warisan budaya yang kaya.

Pengembangan ekonomi kreatif bukanlah tanpa alasan. Dengan ekonomi kreatif fiharapkan permasalahan ekonomi jangak pendek dan panjang dapat terselesaikan. Baik itu rendahnya pertumbuhan keonomi; tingginya kemiskinan (16-17%); rendahnya daya saing industri; ataupun global warming karena memang pengembangan industri kreatif menuju pada industri ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah produk jasa dan jasa. Negara-negara maju pun mulai menyadari bahwa saat ini perekonomian tidak bisa hanya ditopang bidang industri semata, tetapi juga harus mengandalkan SDM yang kreatif.

Ekonomi kreatif terbukti memiliki kontribusi yang signifikan dalam prekonomian suatu negara. Berdasarkan data dari Kementrian Perdagangan dan Perindutrian, periode tahun 1997-200 presentase konribusi GDB di Singapura berkisar antara 2,8 % sampai 7,9 %. Dengan tingkat pertumbuhan di Australia (5,7%) dan 16% di Inggris. Untuk penyerapan tenaga kerja pun di Siangpura mencapai 3,4% sampai 5,9%. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Pada tahun 2006, industri kreatif di Indonesia telah menyumbangkan PDB sebesar 104,73 trliun rupiah atau menyumbang 6,28% dai total PDB Indonesia. Jumlah tenaga kerja yang yang diserap pun cukup besar dengan capaian 5,4 juta pekerja.

Namun begitu, ekonomi kreatif bukan tanpa tantangan. Menurut teori Hirarki Kebutuhan maslow, saat ini manusia telah berhasil melampaui tingkat kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kebutuhan fisik serta kebutuhan atas keamanan. Alhasil, manusia akan terus mencari kebutuhannya pada tingkatan lanjut, yaitu kebutuhan bersosialisasi, percaya diri, dan aktualisasi diri. Dalam konteks ekonomi, terllihat bahawa ekonomi kreatif mampu menciptakan kebutuhan tersebut yang membantu manusia dalam bersosialisasi ataupun aktualisasi.

Begitu pula dalam kesiapan menuju ekonomi keatif, Indonesia harus berbenah diri. Paling utama adalah kesiapan SDM. Menurut Florida, SDM kreatif adalah orang dari bidang sains, insinyur, arsitek, desainer, pendidik, artis, dan penghibur yang mampu menciptakan ide baru, teknologi baru, dan konten baru. SDM menjadi sangat diperhitungkan karena di Amerika saja terdapat sekitar 30% dalam strata kreatif dengan penghasilan sekitar 2 triliun.

Alhasil, dalam ekonomi kreatif pun kita akan melihat sebuah perpaduan yang menarik dalam membangun masyarakat. Kelompok pertama adalah seniman yang bertugas membuat terobosan, kreaktivitas yang dapat menjadi daya tarik dalam sebuah produk dan jasa. Kedua adalah wirausaha ataupun pengusaha yang bertugas  menkomersilkan terobosan dan ide tersebut menjadi keuntungan. Ketiga adalah rohaniawan yang bertugas menhubungakn antara ide kratif dan ekonomi agar tetap dalam ranah kehalalan agama. Dengan sinergisnya ketiga hal tersebut ekonomi kreatif dapa menjadikan masyarakat maju. Dan kesiapan dalam persaingan tingkat global pun bukan masalah.

*Tulisan ini dimuat Harian Seputar Indonesia, Jumat 27 Mei

Tinggalkan komentar

Filed under Ceritaisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s