Biar

Biar puisi yang mengartikan
ada kata yang merapat dan sulit terungkap
biar lagu yang menyanyikan
ada senandung yang merdu nan rindu
biar angin yang sampaikan
ada langkah yang tatih, ada usaha yang putih

biar kita tetap pada tempatnya, bukan saling menunggu
tapi mencoba dan tak berhenti
menulis puisi yang sederhana, menyanyikan lagu yang kita tunggu
dan menggiring angin menuju muara.
Aku membawa angin itu, dan kau menerima angin tiu

Memang ada silang, pada tiap garis yang kugambarkan.
Hingga nampak takselurus yang kita bayangkan
kau tatap aku bagai rama bagai dewa
aku melihatmu saatku jadi manusia biasa tak jadi rama bahkan kecoa

biar,
matahari selalu menyapaku ditimur jauh,
kenapa aku mendahuluinya terbit
biar,
bulan meningalkanku di dalamnya laut
kenapa aku tak juga pergi pada penghujung

kinipun, sudah siang datang
tentang aku yang bukan rama
dan kau masih sinta bagiku

semoga kau tak kecewa
karena aku tak berhenti membait lagu
menggiring angin
yang putih dan suci.

Dan aku sudah melihat matamu

*ibu biarkan aku menulis sinta
Meski aku bukan rama

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s