Apa Itu Cinta


/1/  Jumat pagi kala Jakun masih melekat di raga. Bersapa dengan mereka yang ingin mencari tahu siapa aku. Dalam rangka roadshow kampanye BEM UI di Fakultas Hukum. Ada seorang teman yang bertanya: menurut kalian seperti apa wanita cantik itu atau pria yang tampan itu seperti apa? Terhenyak saya sementara waktu, bicara cantik, indah, adalah sesuatu yang kebenaranya dapat di miliki semua orang. Bukan lagi sekadar “cantik itu relative dan jelek itu mutlak”, tapi ini adalalh soal sudut pandang. Cantik dan indah adalah adalah sebuah kata sifat, yang kemunculannya dipengaruhi oleh sifat yang melihat dan yang dilihat. Subjektif jawabnya, dan semua berhak atas diktum kebenarannya

/2/ Kata yang ukuran maknanya paling kompleks adalah cinta. “Aku tidak tahu apa yang orang maksud dengan cinta,” begitu Tolstoy berucap dalam buku hariannya. “Jika cinta adalah hal-hal yang sudah kubaca dan kudengar, maka aku belum pernah mengalaminya.” Lalu, pada halaman yang lain dia menulis “…Aku melihat A—begitu menarik. Aku menantinya berhari-hari. Hari ini di hutan tua. Betapa aku orang yang bodoh dan kasar. Wajah tersipunya, juga matanya. Aku jatuh cinta, lebih dari yang pernah kurasakan di sepanjang hidupku. Aku tersiksa.”

Tolstoy, yang tak mengerti cinta berdasar kata, yang di dapat dari mendengar, membaca, dan mungkin dari definisi keilmuan. Dia dapat mengatakan kalau dia sedang jatuh cinta, padahal dia pun tak tahu apa itu cinta. Dunia pun tahu, tak ada novelis yang dapat menulis adegan percintaan yang menyentuh layaknya Tolstoy menulis Anna Karenina dan War and Peace.

Itulah cinta, yang maknanya saya lepaskan dari tiap kata-kata yang terhujam. Cinta tak terpenjarakan oleh kata. Kita dapat memaknainya sebagai sifat, kerja, atau apapun. Karena cinta melekat dan mengerubungi hati dan pikiran kita. Dia bergerak bersesuaian dengan yang kita pikir dan kita rasa.

Kau dengar getar angin di daun bambu?

Itulah risik rinduku padamu

Impian terindah: adalah sekaratku

Dalam lipatan cinta yang kekal

EROS  (Soni Farid Maulana)

Tinggalkan komentar

Filed under Ceritaisme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s